Pages

Tampilkan postingan dengan label Essai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Essai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 September 2010

Diri Cemburu, Cemburu Diri

Apakah benar adanya beruntung itu berlaku dalam sistem kehidupan? Saya merasa sangat naif untuk mengatakan iya. Tapi fakta-fakta berderet jelas memaparkan itu.

Ketika saya dan orang lain melakukan kerja keras yang sama, perjuangan yang tak kalah besarnya dan tentu saja ada saja pengorbanan yang ikut tergadaikan. Tapi mengapa hasil kadang mengatakan lain, dia bisa mendapatkan itu sedangkan saya belum bisa? Apa yang membedakannya adalah keberuntungan? Oh itu akan terlihat tidak rasioanal bagiku. Memuakkan.

Melihat orang lain mendapatkan apa yang selama ini aku inginkan dan aku usahakan. Tubuhku tiba-tiba panas. Emosi menyeruak memurka dalam sekujur aliran darahku. Merasa ingin merutuki kebebalan diri ini. Saya sungguh merasa ini nasib apes saja. Tapi jika dibalik juga bisa menjadi dia yang beruntung saja. Oh Rabbi, Jauhkan iri yang akan membakar amalku ini menguap dalam keikhlasan.

Sekarang menjadi tuntutan pada diri kita untuk bijaksana menghargai kegagalan dan kebarhasilan. Keduanya adalah jalan yang sama. Keduanya adalah perwujudan cintaNya yang sama. Hanya saja dalam dua wajah yang berbeda. Kegagalan dengan wajah kesabaran. Sedangkan keberhasilan dengan wajah kebersyukuran.

Ketika semua yang kita inginkan terkabul itu cuma akan mendidik kita dengan keangkuhan, menerbitkan kesombongan, mengorbitkan rasa tidak butuh akan kekuasaan Sang Pemilik Semesta.

Saya menjadi sangat bersyukur dengan semua hal yang harus saya usahakan. Mungkin itu mudah didapatkan oleh orang lain. Namun saya ingin mencintai proses mencari sesuatu itu. Biarkan kecemburuan itu berkecamuk lalu melesatkan seluruh potensi diriku. Saya tau saya bisa kalau saya mau berusaha.

“Perangi neraka di dalam dirimu”

Lyric lagu ini yang begitu menjadi motivasi saya dalam beberapa hari ini. Mungkin neraka itu adalah sebuah pengejawantahan dari kelakuan buruk yang kita lakukan. Bukankah neraka adalah sesuatu yang mengerikan. Dan kita tau bahwa kelakuan buruk juga adalah sesuatu yang mengerikan. Membunuh, menganiyaya, menyiksa, mengadu domba. Jadi hidup ini akan menjadi tak menarik kalau kita terlalu mudah melaluinya.

Sabtu, 28 Agustus 2010

KODRAT


“Air mata ini adalah rahmah, Allah telah menjadikan di dalam hati hambanya (kesedihan), dan sesungguhnya Allah merahmati kasih sayang pada hambanya”. HR Bukhari.

Seorang sahabat bilang padaku, “Lelaki itu,pantang untuk menangis”. Aku balas bertanya” kenapa? Apa salahnya?”. Dia menjawab dengan panjang dengan berbagai pendapat pribadinya. Satu kesimpulan yang kudapatkan. Menangis itu hanya kebiasaan yang dilakukkan oleh wanita, bukan laki-laki. Sungguhkah demikian?

            Bagiku menangis itu sesuatu yang menyenangkan. Entahlah itu aku. Bagiku kepenatan yang terpendapam akan padam ketika kita menangis. Hormon stres yang ada di dalam tubuh kita seolah tertekan, pedih memang. Tapi perasaan setelahnya adalah melegakan. Bukankah begitu?

            Sang lelaki yang murah hati dan murah senyum matanya juga tak pernah kering matanya. Lelaki yang terkenal dengan sebutan sebagai Al-amin itu, hampir tiap malam meneteskan air mata. Dalam sujudnya di sepertiga malam, matanya selalu sembab dan merah. Dan tahukah kita, apa yang membuatnya selalu menangis? -Ah, aku tak sanggup menyebutnya-. Bibirku terlalu hina untuk mengatakan, bahwa yang lelaki dermawan itu tangisi adalah kita, Umatnya. Dialah Muhammad, sang kekasih Allah.

            Bahkan umar bin khatab, pria gagah nan perkasa juga mememiliki hati yang terlalu lembut bagai salju. Umar begitu mudah tersentuh, begitu kontras dengan tubuh kuatnya. maka tak heran ketika hendak menemui Rasulullah, Umar melihat Rasulullah, sahabat yang selalu ada untuknnya itu sedang berbaring di atas tikar yang permukaanya begitu kasar. Sebagian tubuh beliau berada di atas tanah. Beliau hanya berbantal pelepah kurma yang telalu keras. Sama sekali tidak meihatkan kenyamanan. Kemudian umar mengucapkan salam kepadanya dan duduk di dekat sahabat terkasih. Air mata Sang singa padang pasir itu pecah. Umar tak kuat menahan tangisnya melihat Rasulullah tergeletak dengan segaa sesuatu yang jauh dari kata sederhana.

Rasul yang mulia itu bertanya, "mengapa engkau menangis ya Umar?"Umar menjawab, "bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini telah menimbulkan bekas pada tubuh engkau, padahal Engkau ini Nabi Allah dan kekasih-Nya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan kaisar duduk di singgasana emas dan berbantalkan sutera".

 

Nabi menjawab dengan nada begitu lembut, "mereka telah menyegerakan kesenangannya sekarang juga, sebuah kesenangan yang akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan kita untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia seperti orang yang bepergian pada musim panas. Ia berlindung sejenak di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya."

Lalu masih berpikir bahwa menangis adalah kodrat wanita?

 

Minggu, 21 Maret 2010

TOGA, penuh kashiat namun terabaikan


         Toga ( Tanaman Obat Keluarga) bukan istilah yang asing bagi kita mahasiwa pertanian. Aneh malah, kalau kita tak mengetahuinya. Sejak duduk di bangku SD, kita sudah diperkenalkan dengan istilah ini oleh guru kita. Serta diperkenalkan berbagai macam manfaatnya. 

            Apalagi kita di Indonesia, sebuah tanah penuh anugerah yang harus kita selalu syukuri. Indonesia memiliki banyak sekali jenis TOGA. Sebut saja bebarapa yang cukup popular kita dengar antara lain kunir, kencur, kunyit, jahe, temu lawak, temu ireng dll. Banyaknya jenis TOGA itu tak termanfaatkan dengan baik.

Kita ambil ambil salah satu contoh tanaman yaitu Temu Lawak (Curcuma yunnanensis). Temu lawak memiliki khasiat yang berlimpah diantaranya sebagai obat pegel linu, penyakit kuning, dsb. Berbagai penelitian sudah membuktikan kebenaran khasiat yang terkandung dalam temulawak tersebut. Hasil penelitian tersebut umumnya mendukung kerifan budaya nenek moyang kita.

Ketidak pedulian itu yang membuat berbagai macam khasiat itu justru dihasilkan oleh penelitian orang asing. Kita hanya sanggup menjadi pemilik yang termanfaatkan. Oleh sebab itu sudah saatnya kita beraksi nyata. Kita harus lebih peduli lagi. Kita manfaatkan semua hal yang disediakan oleh Alam di negeri kita ini. Jangan terus menjadi pihak yang kecolongan. Yang kemudian gigit jari, ketika Negara lain yang merasakan manfaatnya.

menanam TOGA di pekarangan rumah kita mungkin bisa menjadi alternatif. Bukan hal yang sulit tentunya, perawatan dari beberapa TOGA juga bukan sesuatu yang terlalu sulit dilakukan. Kita nanti akan sanggup merasakan berbagai kenikmatan sekaligus. Rumah kita hijau, bisa menjadi bisnis sampingan bagi kita, serta bisa memperoleh obat gratis dan hanya tinggal memetiknya di lahan pekarangan kita.

Percayalah ini pekerjaan kecil yang menyenangkan dan bermanfaat. Bukan hal yang sia-sia, karena sebuah kotoran hewanpun bisa menjadi bermanfaat ketika dimanfaatkan dengan baik. Jadi mari menanam TOGA!

 


Selasa, 09 Maret 2010

24 Jam Penuh Barokah

Islam itu sebuah agama yang paling sempurna. Islam mengatur kehidupan kita dari bangun tidur hingga kita beranjak tidur lagi. Tapi banyak diantara kita yang melupakan atau mungkin masih tidak mengetahui sebenarnya bagaimana tuntunan islam dalam mengatur hal kecil hingga besar yang senantiasa kita lakukan setiap hari. Jadi, semoga uraian singkat yang penulis rangkum dari berbagai sumber bisa membantu pembaca agar mejadikan waktu 24 jamnya menjadi ibadah.

Tidur Bikin Mimpi Indah
Apabila engakau hendak tidur , maka terlebih dahulu wudhulah sebagaimana kau berwudhu jika hendak sholat. Kemudian berbaringlah diatas sisi badanmu sebelah kanan dan ucapkanlah,” Ya Allah..kuserahkan jiwaku kepadaMu, kuletakkan urusanku kepadaMu,dan kusandarkan punggungku padaMu. Sebagai rasa suka dan rasa takut padaMu. Tidak ada tempat bersandar dan tidak ada pula tempat berlindung kecuali padaMu. Aku beriman kepada kitabMu yang Engkau turunkan dan nabiMu yang Engkau utus.” Dan jadikanlah ini sebagai akhir ucapanmu. ( HR Al Bukhari & Muslim, dari Al Barra’ ibn Azib)
Menurut banyak riset bahwa orang-orang cerdas memiliki waktu tidur yang sangat sedikit. Mungkin karena mereka merasa memiliki kewajiban yang tak mungkin sanggup dikerjakan hanya dalam 24 jam. Jadi perlu pengoptimalan waktu sebagai manejemen diri dalam melenjitkan diri dengan potensi agar bisa menyelesaikan kewajiban itu.
Sebelum tidur alangkah baiknya kita mengucapkan doa sebelum tidur:
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ
Bismikallahumma ahyaa wa bismika aamut ( HR. Bukhari)
Doa ini untuk memasrahkan diri kita atas segala hal yang akan terjadi kita tidur. Kematian itu hanya Allohlah yang tau. Bisa saja Alloh berkenan mengambil nyawa kita ketika kita sedang dalam keadaan tertidur. Jika kita membaca siroh maka banyak sahabat yang mereka mati disaat sedang tertidur yang kebanyakan karena ditikam musuh karena kita dalam keadaan yang tak sadar saat kita tidur. Jadi, doa ini adalah tawakalnya diri terhadap segala qada dan qadar yang akan terjadi.
Ada awal pasti akhir dong. Jadi kalau ada doa sebelum tidur ya pasti ada doa setelah tidur. Doanya sebagai berikut:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُور
Alhamdulillahilladzi ahyaana ba’da maa amaatana wa alaihin nusyur
Jika kita awali dengan sebuah doa yang memiliki esensi ketawakalan maka doa setelah tidur ini memiliki esensi syukur. Ya sepatutnya lah kita bersyukur setelah diri kita ini dimatikan (tidur) yang dimana kita berada di alam lain. Yang mungkin saja karena asyiknya kita kebablsan hingga kita tak bisa kembali ke dunia nyata. Maka sepatutnya rasa syukur itu kita ucapkan karena ternyata kita masih diberi kesempatan untuk bisa membuka mata kembali dan meniti hari kembali.
Makan Bikin Kenyang

Adab makan
a.Bersihkan kedua tangan agar menghilangkan kuman yang menempel ditangan
b. Duduk tahiyat
c. Awali dengan doa sebelum makan
Bismiilah( HR.Bukahri)
“Dengan menyebut nama Allah”
“ jka Rasulullah disuguhi makanan , beliau mengucapkan: “ Bismillah.” Dan jika telah selesai makan, Beliau berdo’a : “ Ya Alloh, Engaku telah memberi makan , memberi minum, memberi harta, member hidayah dan member penghidupan . Hanya milik Alloh-lah semua pujian, atas semua yang telah diberikan.” ( HR.Imam Ahmad )
Ini versi lengkapnya:
” Allohumma baariklanaa fiimaa rozaqtana waqina’ adzaabannaar”
artinya: ”Ya Alloh, berkahilah semua yang Engkau berikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka”.
d. Jika kita lupa membaca Bismillah maka Rasulullah bersabda:
“ Jika seseorang diantara kamu ketika hendak makan supaya membaca bismallah. Maka jika lupa pada awalnya, hendaknya membaca Bismillah awaalahu wa akhirahu” ( HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)
e. Makan sebelum kenyang dan berhenti sebelum kenyang
f. Ambil makanan dari pinggir bukan dari tengah.
Rasulullah bersabda ,” Berkah itu turun di tengah-tengah makanan , maka makanlah makanan dari tepinya dan jangan makan dari tengah – tengahnya” ( HR.Abu Dawud dan Tirmidzi)
g. Ambil dari yang paling dekat. Amru bin Abi Salamah ra. Berkata, Rasulullah saw bersabda:
“ Bacalah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu dan dari yang dekat-dekat kepadamu”. (HR. Bukhari dan Muslim)
h. Makan menggunakan tangan kanan. Aisyah ra. Berkata,
“ Adalah tangan Rasulullah saw yang kanan untuk bersuci dan makan, tangan kiri untuk istinja’ dan segala yang kotor” ( HR. Abu Dawud)
i.Sunnahnya menggunakan tiga jari dan memakan yang menempel pada jari hingga bersih. Ka’ab bin Malik ra. Berkata,
“ Saya melihat Rasulullah saw makan dengan tiga jari, jika selesai lalu memakan apa yang masih menempel pada jari-jarinyanya hingga bersih” (HR.Muslim).
j. Kalau sudah selesai makannya harus ditutup dengan doa juga.
Alhamdulillahil ladzii ath’amanaa wa saqoona waja’alana minal muslimin.
artinya: ”Segala puji bagi Alloh yang telah memberi kami makan dan minum dan telah menjadikan kami sebagai muslim”.

Mandi Bikin Bersih
Kalau masuk kamar mandi ayo baca ini dulu, kerana tanpa kalian sadari Kamar mandi itu istananya syetan. Ih serem!!!
Allahuma innii a’uudzubika minal khubuutsi wal khabaa-its
“ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan dan kotoran”. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Berpakaian
Ini doa kalau mau pakai baju.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرَ مَاهُوَلَهُ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَاهُوَلَهُ. رواه ابن السني عن أبي سعيد الخدري
Artinya :
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya (pakaian ini) dan kebaikan yang untuknya ia diciptakan. Dan aku berlindung pada-Mu dari keburukannya (pakaian ini) dan keburukan yang untuknya ia (biasanya) dipergunakan.” (HR. Ibnu Sunni dari Abi Said Al-Khudri).
Kalau mau melepasnya.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرَ مَاهُوَلَهُ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَاهُوَلَهُ. رواه ابن السني عن أبي سعيد الخدري
Artinya :
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya (pakaian ini) dan kebaikan yang untuknya ia diciptakan. Dan aku berlindung pada-Mu dari keburukannya (pakaian ini) dan keburukan yang untuknya ia (biasanya) dipergunakan.” (HR. Ibnu Sunni dari Abi Said Al-Khudri)
Kalau mau pake baju baru yang masih gres-gresnya juga perlu lo untuk mengucapkan doa, biar berkah baju baru kita itu. Nah, seperti ini doanya.
Allahuma lakal hamdu anta kasautaniihi asaluka min khairihi wa khairi maa shuni’a lahu wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarii maa shuni’a lahu.
“ Ya Allah Bagi-Mu segala puji, Engkau –lah yang telah memberikan pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini dan dari kebaikan sesuatu yang ada pada pakaian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan dari kejahatan sesuatu yang menyertai pakaian ini.” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi)

Tolabul Ilmi Bikin Pinter













"Ya Allah berilah manfaat untukku ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku ilmu bermanfaat bagiku serta tambahkan untukku ilmu. Segala puji bagi Allah atas segala keadaan. Dan aku mohon perlindungan kepadamu dari siksa api neraka.” (HR. Ibnu majah)
Biar afdhol diakhiri dengan doa penutup majelis
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ ٭﴿ثلاثًا﴾٭
Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

Selamat mempraktikan. Semoga bermanfaat!


Sabtu, 06 Maret 2010

Menjadi Luar Biasa dalam Amanah

Amanah selalu identik dengan tugas dan tanggung jawab. Tapi tak semudah itu memahami mengapa seseorang itu mau berlelah-lelah memanggul amanah. Banyak alasan tentunya. Banyak kisah yang harus kita pelajari untuk setidaknya mampu mengkerucutkan menuju satu kesimpulan hal tersebut. Mulailah menyimak!
Keyakinan akan kefanaan
Kadang ketidakpahaman kita akan sesuatu yang kemudian kita jadikan alasan untuk menolak sebuah amanah. Tidak demikian dengan Nabi Luth. Berhari – hari terus disibukkan untuk membuat perahu. Sama sekali tidak meragukan dan terus membuatnya, dengan keyakinan bahwa ini adalah amanah dari Alloh SWT. Sudah tak terhitung berapa banyak orang menghinanya. Menganggapnya gila. Namun, keyakinanlah yang terus menggerakkannya. Hingga akhirnya banjir itu pun tiba. Perahu itu pun menjadi sesuatu pembuktian akan keyakinan untuk menyelesaikan amanah.Luar biasa!!!
Begitu juga dengan Maryam, ibu Nabi Isa. Dengan kisah heroiknya yang penuh keharuan diabadikan dalam Al Qur’an.
“Dan Goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buar kurma yang masak kepadamu” .QS. Maryam: 25
Padahal pada saat itu Maryam hendak melahirkan. Dalam keadaan meregang nyawa menahan sakitnya. Alloh justru menyuruhnya untuk menggoyangkan pohon kurma yang besar. Sungguh perintah yang tak bisa di terima oleh akal manusia. Bahkan untuk ukuran kita, orang yang dalam keadaan sehat saja belum tentu bisa melakukan. Yah, keyakinanlah akan sebuah perintah yang membuatnya melakukannya. Meninggalkan semua logika manusiannya.
Selalu ada hak dan kewajiban yang sama
Tidak ada kekurangan yang membuat kita harus merasa bahwa kita tak akan mampu. Menyerah oleh keadaan. Merasa di pecundangi oleh keadaan. Maka marilah belajar hikmah dari Bunga Tulip. Bukankah kita sepakat bunga tulip itu indah? Perpaduan beberapa warna dalam satu bunga membuatnya terlihat eksotis. Tapi sadarkah kita bahwa itu sebenarnya di sebabkan oleh penyakit?
Bunga tulip yang awalnya hanya bunga satu warna kemudian berubah menjadi bunga yang terhiasi dengan warna-warna lain. Seprti itulah harusnya, kekurangan yang kita miliki harusnya bisa membuat kita menjadi indah. Bukan menjadi busa-busa dari alasan kita.
Menjadi luar biasa
Bukan amanah yang mengatur kita tapi kitalah yang harusnya mengatur amanah. Sayangnya untuk menaklukkan amanah, dibutukan sesuatu yang luar biasa. Tapi yakinlah kita selalu bisa melampui sekat-sekat kapasitas kemapuan diri kita. Bahkan di alam liar kadal betina dapat berubah menjadi kadal jantan. Melampaui kapasitasnya sendiri.
Selalu berakhir membahagiakan
Tak pernah terbayangkan olehku sosok seorang Saad bin Mu’adz. Sosok yang mampu menggoncangkan singgasana Alloh. Singgasana yang di sangga oleh delapan malaikat, ketika kematiannya setelah terluka lama setelah perang badar. Seberapakah perjuangannya hingga hal itu bisa terjadi? Yang jelas, pasti kita akan sepakat bahwa pasti bukan perjuangan dan pengorbanan biasa yang dilakukannya.
Maka kenanglah juga, ketika ‘Ammar bin Yasir berselisih dengan Khalid bin waid. Kemudian Raulullah SAW bersabda: “Siapa yang memusuhi ‘Amma, maka ia akan dimusuhi Alloh, dan siapa yang mebenci ‘Ammar, maka ia akan dibenci Allah!”.
Hadist itu mengejutkan. Seorang hamba bisa mendapatkan hak luar biasa seperti itu. Yah, bagaimana tidak. Hukuman cambuk, hukuman bakar dengan besi panas, sampai disalib di atas pasir panas dengan ditindih batu laksana bara merah, bahkan ditenggelamkan ke dalam air hingga sesak nafasnya dan mengelupas kulitnya yang penuh luka. Sama sekali tak membuatnya harus menyerah untuk memperjuangkan amanah sebagai MUSLIM. Maka, saat ini tak ada alasan lagi untuk kita. Dan yakinlah seberapa beratnya saat ini diri kita karena memikul sebuah amanah. Semua pasti akan berakhir membagaiakan. Berjuanglah!

Rabu, 23 Desember 2009

Burjo


Warung kecil itu di kerubungi oleh banyak pembeli yang kebanyakan dari meraka adalah mahasiswa. Entah hanya sekedar nongkrong atau memang mau makan di sana. Warung kecil itu bernama Burjo karena memang bubur kacang ijo menjadi menu utama dari warung ini. Burjo sebenarnya berasal dari daerah kuningan. Maka tak heran penjualnya rata-rata menggunakan bahasa sunda. Seiring perkembangan waktu, burjo mewabah seperti jamur di Jogja. Menjadikannya warung paling mudah ditemukan. Bahkan jarak antara burjo satu dengan yang lain hanya beberapa meter saja. sangat dekat.
Burjo memang menjadi slide lain bagi jogja. Walau sebenarnya burjo bukan bersal dari jogja, tapi burjo mengejewantah menjadi idola bagi masyarakat jogja, khususnya mahasiswa. Harga yang begitu sesuai dengan kantong saku mahasiswa mungkin menjadi salah satu faktor utama. Selain itu karena burjo buka dua puluh jam non stop, yang membuat mahasiswa menjadikan tempat pelarian ketika sewaktu-waktu perut keroncongan.
Selain burjo sebgai menu utama, berbagi macam gorengan, minuman dan makanan menjadi menu yang di suguhan lain yang di jajakan oleh Burjo. Hal yang menarik adalah burjo sering ramai oleh mahasiswa yang memanfaatkan failitas TV yang tersedia di burjo. Seringnya digunakan untuk nonton bareng bola. Maklumlah mahasiswa kebanyakan adalah kaum perantau yang hidupnya pas-pasan. Jadi hanya sediki mahasiswa yang memilki TV di kos-kosannya.
Burjo menjamur dengan begitu cepat. Membuat persaingan antara burjo dengan warung jenis lain juga begitu kuat. Bahkan persaingan antara warung burjo dengan warung burjo yang lain juga bisa dikatakan begitu ketat. Berbagai macam inovasi dirancang untuk menjadi modal bersaing. Wifi misalnya, beberapa burjo berani menyediakan fasilitas ini, karena mereka tau mahasiswa memang membutuhkan akses internet buat mengerjakan tugas kuliah atau hanya untuk membuka situs jejaring yang sednag marak saat ini. Atau dekorasi yang di buat seunik dan inovatif mungkin juga menjadi cara agar mereka memliki nilai kreatif tersendiri dibanding dengan burjo yang lain. Membuat varisai makanan dan memberikan harga yang murah menjadi cara lain yang dilakukan untuk memdongkrak popularitas Burjo tersebut.
Terlepas dari itu semua, sekarang burjo memang telah berhasil merebut hati para mahasiswa. Burjo akan terus menebarkan spora-sporanya yang akan membuatnya akan terus berkembang. Dan akan terus menyediakan makanan murah yang bisa didapatkan mahasiswa dengan mudah, kapan pun dan dimana pun.

Rabu, 02 Desember 2009

JALAN PEJUANG PENA



Tetapi kata dapat mengubah jiwa
dan sesungguhnya, pada jiwa berubah
terletak pada perubahan yang niscaya
bagi dunia dan kehidupan.
-M.Fauzil Adhim, inspiring words for writers-


Menulis sebenarnya sudah diajarkan pada kita sejak kita masih ingusan dan bermain sambil belajar di TK atau di Play Group-bagi yang mengenyam-. Tapi, apakah sedewasa ini kita sudah bisa menulis sampai menghasilkan sebuah karya?.minimal satu karya hingga akhir hayat kita. Kebanyakan dari kita pasti menjawab “sudah”. Dengan hujjah “ waktu SMP dan SMA kan kita sudah pernah disuruh menulis mulai dari yang fiksi sampai non fiksi, yah walaupun itu karena sebuah paksaan dari kurikulum”. Jawaban yang tidak salah memang, tetapi ada titik point penting yang perlu kita cermati yaitu “ Paksaan”. Karena terpaksa seseorang bisa menulis atau setidaknya mau memulai menulis. Mungkin dengan cara “Paksaan” pula kita baru mau untuk memulai menggoreskan pena pada sebuah kertas.

Menulis pada hakekatnya bukan suatu yang sulit untuk dilakukan. Tapi, dalam menulis dibutuhkan modal azzam yang kuat dan kotmitmen diri karena menulis membutuhkan ketelatenan dan kesabaran yang luar biasa besar. Dalam menulis hanya membutukan ketrampilan untuk merangkai kata-kata menjadi sebuah makna yang sanggup dimengerti orang yang membacanya. Memang kita tidak boleh menafiqkan bahwa menulis tidak semudah saat kita berbicara. Tapi, selama ada kemauan pasti benteng-benteng kemalasan bisa dihancurkan.

‘’Tresno jalaran saking kulino” pepatah jawa yang artinya cinta muncul karena terbiasa. Pribahasa tersebut bisa kita jadikan sebuah motivasi rujukan. Dari pribahasa tersebut tersirat sebuah makna bahwa dengan seringnya kita melakukan suatu-dalam hal ini adalah menulis- akan tercipta keterbiasaan.Dari terbiasa melakukukannya akan tercipta sebuah perasaan ketagihan dan merasa ada sesuatu yang kurang bila tidak melakukan hal tersebut.

Di era sekarang telah dimulai sebuah trend baru yang membuat para pengarang, penerbit, dan semua orang yang berkecimpung dalam dunia kepenulisan tersenyum karena sekarang adalah masa kejayaan dari buku-buku islami baik fiksi maupun non fiksi yang selama ini bisa dibilang dormansi . Kebutuhan masyarakat akan bacaan yang religi dan menentramkan semakin berkembang secara pesat. Masyarakat juga semakin cerdas sehingga bisa semakin pintar dan selektif dalam memilih buku yang dianggap perlu dan bagus bagi kebutuhan dirinya. Ini membuktikan telah muncul trend baru di masyarakat Indonesia yang gemar untuk memperbaiki diri lewat ilmu yang disajikan dalam sebuah buku.

Perkembangan tersebut patut membuat kita bersyukur. Hal ini bisa tergapai tidak lepas dari peran para penulis buku islami yang gigih mencoba berdakwah dengan tulisan-tulisannya. Mereka berusaha membangun masyarakat yang rabbani dengan menghijrahkan bacaannya dari yang penuh mudarat menuju bacaan yang penuh manfaat dan nilai gizi yang tinggi bagi qolbu.

Who am I?

Aku binatang jalang
kumpulan orang terbuang
-chairil anwar, Aku-

Tema yang diberikan oleh FLP adalah “Aku dan FLP dalam dakwah kepenulisan”. Sebuah tema yang menurut penafsiran dalam keterbatasan ilmu saya berarti bagaimana sosok aku dan FLP memberikan kontribusi dalam dakwah melalui sebuah tulisan. Sungguh sebuah tema yang mewajibkan diri saya untuk islah(mengoreksi diri) karena selama ini saya hanya menjadi konsumen bukan produsen dalam bidang kepunilisan –malu rasanya dengan pengakuan ini-.

Tapi bukankah tidak ada kata terlambat untuk bangkit dan melalui mengasah pena. Serta tidak telat pula untuk membangun visi dan misi dalam dakwah sebagai sebuah strategi awal.

Memanfaatkan momentum kebangkitan buku Islam untuk melakukan invasi yang lebih kuat adalah sebuah strategi memanfaatkan kesempatan untuk meraih kemenangan. Hal tersebut jauh lebih baik daripada kita disibukkan dengan angan- angan kosong serta hati yang ciut. Sesungguhnya itu tidak akan membuat satu kekuatanpun muncul karena semua yang ada berpangkal pada jiwa.

Alloh SWT berfirman dalam redaksi Maha AgungNya “sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah apa-apa yang ada pada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa-apa yang ada pada jiwanya.” (QS. Ar-Ra’d 13:11).

Kalau membahas masalah ini saya ingat pada sebuah kisah inspiratif yang menohok jiwa. Sebuah cerita yang telah dan akan terus menginspirasi orang untuk menulis yaitu kisah Ahmad Deedat sang ahli kristologi.

Pada awalnya beliau hanya seorang kacung penjaga toko. Setiap hari datang kepadanya misionaris yang sedang belajar di seminari. Sering dalam kesempatan belanja, mereka mengajak berdebat tentang islam. Situasi ini hampir selalu membuatnya terpojok karena bekal agamanya sangat kurang.

Suatu ketika , dalam kesempatan ia membongkar-bongkar gudang majikannya, ia menemukan sebuah kitab Izhar al Haq karya Syaikh Muhammad Rahmatullah al-kairanawi, yang memuat kekacauan di tujuh emapat dan empat puluh ribu kontradiksi pada al-kitab, baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama. Inilah kitab yang merekam debat paling fenomenal tentang kristologi sehingga membuatnya segera larut mebaca. Kehausan yang luar biasa untuk memberi jawaban mengena pada calon misionaris yang hendak mengguncang imannya,membuat ia seperti mendapat aliran listrik yang luar biasa dasyatnya. Ia benar-benar tenggelam dalam bacaan yang mengejutkan ini.

Berhari-hari, ia mempelajari dengan ketekunan luar biasa. Ia kemudian tahu bahwa banyak yang harus dipelajari. Ia juga tersengat oleh kekuatan menajubkan yang menggerakkannya menulis buku untuk menolong agam Alloh. Ada rasa tanggung jawab spirutual yang luar biasa dasyat untuk menyelamatkan iman saudara-saudaranya melalui debat dan tulisan. Inilah kemudian mengubah dirinya, dari seorang penjual toko milik orang, menjadi ahli debat kristologi yang disegani, sekaligus penulis yang dihormati. Salah satu karyanya yang banyak dibaca orang adalah The Choice.

Pencerahan spiritual yang ia alami juga membuatnya merasakan ledakan semangat antusiasme, dan kegairahan untuk mempelajari berbagai bahasa. Dalam waktu cepat, ia pun menguasai bahasa Inggris, Arab, Afrika Selatan, Yunani, Ibarni, Urdu, India, dan beberapa tahun lalu diundang berbicara di Malaysia, ia membawakannya denggn sedikit berbahasa Melayu.

Hingga sekarang, belum ada ahli debat dan penulis masalah kristologi yang mampu menandinginya. Setiap kali berbicara kristologi, orang selalu mengingat namanya. Ia seakan-akan menjadi simbol kecermelangan para ahli debat Muslim dalam mepertahankan kesucian agama di hadapan pemeluk agama lain. Ia dihormati oleh kawan dan disegani oleh lawan.


Nah! Semua orang berawal dari angak nol dan kealfaan tapi ketika ada kemauan untuk bangkit,brgerak,dan menerjang maka kita akan menjadi sesosok yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.


Pondok pejuang kata

Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu.
menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri.
J.K Rowling-


satu batang pohon akan mudah sekali dipatahkan tapi kalau ada sepuluh batang, seratus batang,atau seribu batang yang disatukan pasti akan sangat sulit untuk dipatahkan. Hal itu yang menjadi sebuah analogi bagaimana kekuatan jama’ah akan jauh lebih kuat dari pada kekuatan perjuangan seorang diri.

Kita akan mencomot satu oraganisasi yang bergerak dalam bidang dakwah kepenulisan sebagai contoh. Ia adalah FLP,sebuah oraganisasi yang telah melahirkan penulis yang berkarakter islami dengan karya-karya yang telah banyak menyabet gelar Best Seller.

Secara singakat FLP adalah organisasi dakwah yang bergerak dalam bidang kepenulisan untuk pencerahan umat dan mencipatakan generasi-generasi pejuang berpana. Selama ini FLP telah aktif melakukan maneuver untuk mencerdaskan generasi bangsa dengan bacaan yang sarat akan manfaat dan mendekatkan kepadNya.

Sederet penulis pepan atas negeri ini adalah embrio-embrio yang ditetaskan oleh FLP. Penulis dan calon penulis menjadikan FLP sebagai wadah untuk berkarya dan menuntut ilmu ataupun untuk saling berbagi ilmu.

Perkembangan dunia tulis menulis di Indonesia yang bergereak pelan tapi pasti hingga pada masa sekarang yang telah mencapai titik yang lebih tinggi dihati masyarakat. Mengisyaratkan adanya satu titik balik dari hasil ikhtiar yang dirintis FLP yang telah mewadai para penulis dan calon penulis. Mereka disatukan untuk berkumpul dan saling betukar pikiran sehingga ilmu yang selama ini berserakan bisa terkumpul.

Seribu kata tanpa adanya sebuah titik tak akan dapat mengahsilakan sebuah makna. Kita harus melapangkan hati kalau selama ini baru sebuah kontribusi kecil yang kita sumbangkan dalam dunia dakwah. Pada hakekatnya sesuatu yang besar adalah kumpulan dari hal- hal kecil. Maka, jangan buat hatimu lemah dan bersamangatlah .

Alloh SWT befrman:” Kamu adalah umat manusia yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Alloh, tentulah itu lebih baik bagi mereka,diantara mereka ada yang beriman dan kebanyakan dari mereka adlah orang fasik. (QS. Al- Imron:110)

Nah! Bumi sudah semakin kusam dan membutuhkan warna-warana illahi dari para pejuang pena. Maka mulailah menulis dan akhiri dengan menulis ketika akhir hayat menyapamu!!!

Wallohua’lam bi showab..











Yogyakarta, 1 nopember 2008

Bumi Akan Kehilangan Penghuninya


Masih terngiang di memoar kita tentang film Wall-E yang diproduksi bulan Desember 2008 oleh Walt Disney. Flim yang menggambarkan tentang bagaimana bumi sudah kehilangan penghuninya. Semua terjadi karena bumi sudah mengalami kerusakan yang berat. Udara begitu kotor hingga tak mungkin untuk dihirup manusia. Tak mungkin lagi menemukan tumbuhan hijau. Hewan yang tersisa, hanya hewan-hewan dengan kemampuan beradaptasi luar biasa tinggi terhadap kerusakan. Hanya tersisa sampah. Yang akhirnya manusia pergi meninggalkan bumi untuk mencari planet lain sebagai huniannya. Dan Bumi pun kehilangan penghuninya.
Flim Wall-E menjadi refleksi bagi kita semua. Untuk merenungi bahwa sebuah akibat yang timbul dari sebab. Mungkin saat ini kita masih menikmati udara yang masih bisa kita hirup. Tumbuhan – tumbuhan hijau yang meneduhkan. Masih sanggup melihat Panda, harimau, badak, gajah, dan hewan-hewan langka lainnya yang di ambang kritis kepunahan. Kita tak terlalu sulit untuk mendapatkan air. Namun semua akan berakhir layaknya flim Wall-e. Saat manusia sudah ditinggal mati hatinya untuk peduli terhadap lingkungannya.
Dari sana kita merenung. Kemudaian belajar mengambil pelajaran. Akhirnya kita mulai bergerak untuk menyelamatkan bumi. Menjadikan apa-apa yang ada di bumi kita ini sebagai sebuah warisan besar untuk generasi penerus kita. Tak perlu menunggu dan berfikir lama. Tapi lakukan sekarang juga. Apa yang kita bisa. Apa yang kita punya. BERGERAK!!!

Benih Keimanan


Pak tani menenam sebuah benih di tanah dengan segudang harapan agar kelak ia bisa menghasilkan banyak manfaat bagi petani itu sendiri dan juga orang lain. Agar usahanya itu berhasil petani akan memilih lahan yang baik yaitu tanah yang banyak mengandung unsur hara. Petani melakukan irigasi agar tanaman bisa melakukan fotosintesis. Petani memberikan pupuk agar tanaman tidak kekurangan satupun kebutuhannya akan unsur-unsur. Petani melindungi tanaman dari serangan hama dengan pestisida.Rangkaian tersebut dilakukan terus menerus dengan sungguh-sungguh. Tetapi untuk mendapatkan hasilnya petani harus bersabar menunggu. Hingga pada akhirnya petani mendapatkan hasil yang ia harapkan. Jika memang ditengah jalan ada hal-hal diluar kendali dan tidak bisa dihindari seperti bencana alam. Maka petani tidak sekalipun mengeluh dengan berlebihan. Yah itulah kehidupan petan yang begitu jujur dan sederhana!
Begitu juga yang seharusnya kita lakukan terhadap keimanan kita. Kita harus memperlakukan keimanan kita ibarat sebuah benih. Kita menanam keimanan kita dalam-dalam pada diri kita agar kelak jika saatnya tiba maka keimanan kita bisa bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Seperti halnya pada benih maka kita harus melakukan banyak hal agar tujuan kita itu tercapai. Tidak ada satupun hasil yang bisa kita raih tanpa adanya usaha yang kita lakukan. Hal pertama harus kita menempatkan keimanan kita pada lahan yang tepat. Kita memang terkadang harus memilih milih lingkungna agar hal tersebut menjadai penjagaan. Sekalipun tugas kita meang harus terjun ke dunia masyarakat secara riil yang begitu heterogenitas. Karena memang itu tugas kita untuk mewarnai keheterogenitas tersebut dalam satu warna hakiki dari Sang Khalik.
Kita akan memberikan air pada keimanan kita dengan ibadah- ibadah. Karena ibadah adalah sesuatu yang sumber dari keimanan kita. Jangan berharap keimanan kita subur tanpa adanya ibadah yang kita lakukan. Keimanan akan sangat layu ketika ibadah yang kita lakukan juga tidak maksimal.
Pupuk untuk mempersubur keimanan kita. Kita akan menggunakan amalan perbuatan baik. Ada sebuah tawazdun antara hazbluminallah dengan hazbluminannas. Jika air adalah ikhtiar untuk hazbluminallah maka pupuk adalah ikhtiar untuk hazbluminannas.
Keimanan itu bersifat pasang surut. Ada kalanya keimanan kita bisa begitu kuat mengakar pada diri kita. Ada kalanya juga keimanan itu berada pada titik absis. Pada keadaan itu kondisi jiwa kita bisa begitu labil dan begitu rapuh. Syetan akan dengan mudah mengobrak-abrik diri kita hingga akhirnya kita terjun pada godaan bidapnya. Oleh sebab itu, perlu diadakan protection pada diri kita saat keimanan kita begitu tipis. Doa adalah pestisda yang bisa kita gunakan untuk mengatasi hama-hama yang menggangu dan mengerogoti keimanan kita. Doa adalah senjata terampuh yang diberikan oleh Alloh kepada hambaNya. Kita bisa menilik sejarah bahwa sebuah keajaiban dan kemustahilan hanya bisa terjadi karena sebuah doa. Nabi Ibrahim yang tetap bisa hidup walaupun api yang membara telah mebakarnya.Nabi musa yang bisa membelah Sungai Nil, umat muslim yang meraih kemenangan melawan kaum Quraisy yang jika dipikirkan secara rasional tidak mungkin bisa kita temukan ujung akhirnya. Bayangkan 3000 ribu prajurit muslim harus melawan 30.000 ribu prajurit Quraisy.
Yah, jika segala ikhtiar kita lakukan ya kewajiban yang sanggup kita laukan adalah tawakal. Asalkan kita ikhlas maka benih keimanan yang kita semai dalam hati akan menghasilkan banyak hasil panen. Tidak hanya hasil panen di dunia tapi juga di akhirat kelak.
Allah ua’alam bishowab

21 januari 2009
Di Kediri
Sebuah muhasabah satu semester

INDONESIA KERANJANG SAMPAH TERBESAR DIDUNIA


Masalah yang tidak ada ujungnya di Indonesia yang seperti akar pohon yang menajam kuat ke dasar tanah. Jadi untuk mengatasinya adalah dengan menumbangkan pohonnya tanpa menyisakan akarnya. Agar tak tumbuh lagi, lagi dan terus tumbuh lagi. Hingga hanya menjadi masalah yang tak ada pangkal ujungnya.

Sebenarnya persoalan sampah bukan hanya karena belum bisanya Indonesia dalam mengelola sampah. Lebih dari itu, sebenarnya kasus sampah ada karena matinya hati manusia yang sudah tak mau peduli lagi terhadap lingkungan. Manusia pada dasarnya tau ini dan itu. Manusia mengerti jika melakukan ini maka akan terjadi itu. Namun semua hal itu akhirnya hanya tertambat di otak. Tak sanggup bergerak menuju hati. Yah, sekali lagi Karena hati manusia zaman sekarang sudah mati untuk peduli terhadap lingkungan.

Sebuah prestasi yang entah harus di tanggapi dengan bagaimana. Indonesia hampir tak pernah absen masuk 10 peringkat di dunia dalam masalah lingkungan. Semisal Indonesia menjadi peringkat 4 negara penyebab Global Warming. Indonesia juga menjadi peringkat 6 dalam masalah pencemaran air karena sampah ( sekitar 775 ton polutan mencemari air di Indonesia). Selain itu menurut Environmental Performance Index (EPI) atau Indeks Kinerja Lingkungan 2010 yang disusun oleh tim ahli lingkungan di Yale University dan Columbia University, dari 163 negara di dunia Indonesia menempati peringkat 105 untuk Lingkungan untuk berkembang-biaknya penyakit-penyakit, peringkat 139 untuk polusi Air, peringkat 115 penyediaan air minum yang aman, peringkat 117 polusi air yang berpengaruh terhadap ekosistem, peringkat 75 Biodiversitas dan Habitat dan peringkat 107 perubahan iklim.

Dari data di atas kita sanggup menilai seburuk apakah negara kita. Sekaligus sebarapa berat beban tanggung jawab kita untuk meluruskan semua keberantakan ini.

Bukan tanpa bosan pemirintah menghimbau masyarakatnya agar peduli terhadap masyarakat agar lebih peduli lingkungan. Slogan-slogan dipasang ditiap sudut. Penyuluhan dilakukan untuk anak sampai lansia. Dari TK hingga perusahaan. Peraturan dan kebijakan dibuat oleh pemerintah. Sayangnya semua itu berkahir tanpa adanya sambung berkait untuk menyelesaikan masalah ini. Sangat mudah untuk kita bisa melihat sampah larut dalam sungai. Tak terlalu sulit untuk melihat sampah yang menggunung tinggi. Bukan hal sulit pula untuk mencium bau busuk dari sampah. Ya, karena Indonesia adalah keranjang sampah terbesar di dunia.

Langkah kongkrit yang kita lakukan sebenarnya sangat sederhana. Kita hanya harus mematuhi setiap himbauan yang bersifat anjuran dari pemerintah. Sebut saja untuk membuang sampah pada tempatnya, berhemat listrik, menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan efisiensi dalam menggunakan sampah. Semua progam pemerintah itu baik jika masyarakat bersedia melaksanakan dengan semangat. Namun dari pemerintah sendiri sebagai pencentus progam itu sudah seyogyanya memberikan contoh dalam mengaplikasan semua progam tersebut. Karena selama ini pemerintah begitu inkosisten dengan progamnya sendiri. Pemerintah malah memberikan contoh dengan melanggar aturannya yang telah dibuatnya. Maka, jika ingin ada perubahan maka sangat perlu ada sinergi diantara keduanya.

Sekarang semua tanggung jawab itu ada di bebankan kita. Kita tak perlu mengeluh kalau kita belum mendapatkan manfaatnya hari ini. Tapi percayalah semua akan terakumulasi secara akurat untuk generasi penerus kita.

Ketika Hati Berbicara


Kadang aku berfikir . Apakah aku mampu mengemban semua ini dengan baik? Ya Alloh ,aku tak mampu menafiqkan bahwa aku lelah, tapi ini adalah amanah .aku harus ikhlas agar semua berjalan tanpa beban. tapi satu hal yang tak mungkin akau lupa , senyuman mereka. Yah, senyuman mereka yang dengan cinta memberikan senyumannya. Itu jauh membuatku bahagia , melepaskan lelah, dan membuatku berfikir, aku belum berbuat apa-apa dan agar aku bisa berbuat jauh lebih banyak.
Aku tak pernah membayangkan akan diSKI.Aku bukan dari keluarga yang islami. Aku juga bukan dari sekolah islam. Aku hanya remaja yang sangat jahiliyah pada awalnya .mungkin perjuangnku tak seberapa sebentar saja aku disini,DiSKI ini.Ya Alloh semoga hamba bermanfaat untuk saudara-saudara hamba….
Sebuah jalan yang aku titik perlahan , mencoba menguak semua potensi yang yang mengalir dalam darahku. Ingin aku mengenang perjuangan sahabat-sahabatku dua tahun yang lalu, bagaiman kita mersakan suka, duka, tawa dan tangis. Aku hanya sebongkah daging yang tak mampu berbuat banyak , aku berbuat semampuku. Dan aku yakin itu tak cukup.
Tawaku aku coba aku selipakan diantara kelelahan yang sangat. Aku adalah tangguh, aku tak ingin semagat mereka rapuh ketika melihatku tak ada semangat. Aku harus seperti ini, dan aku tak taHu sampai kapan , mungkin hingga tawa ini sudah ditelan bumi dan aku akan meninggalkan mereka dengan kebanggaan yang luar biasa.
Meninggalkan itu memang terasa berat, aku ingin cepat pulang ketika itu, ingin menjemput tawa sahabatku. Kini , aku kembali, mungkin untuk melanjutkan kerja keras sahabatku tercinta. Kini detik akhir hanya air mata yang mampu menjawab.
Aku takkan banyak bicara, hanya beberapa kalimat saja, aku bahagia di Ski, aku merasakan adanya keluarga yang begitu dekat, yang senantiasa merangkulku erat, sahabat yang menjagaku dari kelelahan. Sungguh aku mencintai mereka karena Alloh.
Mungkin hingga akhir,aku masih banyak membuat noda. Masih banyak membuat banyak orang menangis karena kesalahan-kesalahanku. Bahkan hingga aku harus berpisah masih banyak orang yang membenciku. Yah, itulah aku dengan segudang kekuraganku. Tapi aku tetap yakin mereka semua mencintaiku. Aku juga yakin mereka akan selalu memaafkan khilafku. Mereka akan selalu mengingatkanku walau kebersamaan kami hanya tinggal kenagangan sekarang. Sekarang kami memang terpiasah jauh, tapi hati kami tak akan ikut berpisah. Hati kami masih sangat dekat, sedekat waktu kebersamaan yang tlah lalu..

Yogykarta , 11 jAnUARi 2009
Aku riNdU KaLiaN SAhAbAtKu
Aku tak peduli Apakah kalian juga merindukanku
Aku juga tak peduli apakah kalian masih mengingatku
Karena hatiku telah mnyimpan memori indah dengan kalian

Selasa, 01 Desember 2009

SINERGI TEKNOLOGI MARKA MOLEKULER DALAM PEMULIAAN TANAMAN JAGUNG

Penggunaan marka molekuler yang saat ini telah meluas terbukti dapat membantu introgresi gen mayor ke dalam kultivar elit dengan metode silang balik. Jika suatu gen tunggal atau lokus karakter kuantitatif berpengaruh nyata terhadap suatu karakter target dan dapat diidentifikasi berdasarkan keterpautannya dengan marka molekuler maka pemilihan karakter yang dituju pada plasma nutfah elit akan lebih efisien. Dengan mengombinasikan pendekatan analisis quantitative trait loci (QTL) metode silang balik, gen-gen pengendali karakter kuantitatif dapat diidentifikasi baik pada plasma nutfah tanaman liar maupun tanaman budi daya, dan telah berhasil dipindahkan ke galur-galur elit pemulia. Di Indonesia, pemanfaatan marka molekuler pada tanaman jagung dimulai sejak program pemuliaan jagung Indonesia bergabung dalam jalinan kerja sama bioteknologi jagung Asia (AMBIONET). Sasaran strategis dari jaringan kerja sama tersebut adalah meningkatkan dan mendukung kemampuan program pemuliaan untuk mengadopsi alat bantu bioteknologi dalam perbaikan genetik jagung. Fokus utama kegiatan penelitian dari masing-masing negara peserta AMBIONET adalah pebaikan sifat ketahanan jagung terhadap penyakit bulai, identifikasi dan karakterisasi keragaman genetik galur-galur elit pemulia, serta perbaikan kualitas protein jagung dan ketahanan terhadap kekeringan. Saat ini, peneliti Balai Penelitian Tanaman Serealia mulai mensinergikan pemanfaatanmarka SSR dalam kegiatan pemuliaan tanaman jagung.